Cara Menghadapi Gelombang Panas Ekstrem agar Terhindar dari Risiko Kesehatan

Gelombang panas, Penyakit akibat panas, Heatstroke, Cuaca ekstrem, Ancaman kesehatan
iStock

BUMI SEMPAJA CITY – Gelombang panas merupakan salah satu ancaman cuaca yang paling mematikan—dan seringkali tidak disadari. Pada tahun 2023, yang tercatat sebagai salah satu tahun terpanas dalam sejarah, suhu ekstrem dikaitkan dengan lebih dari 2.300 kematian di Amerika Serikat. Selain itu, hampir 120.000 warga harus dirawat di unit gawat darurat akibat penyakit akibat panas.

“Apa yang membuat panas ekstrem sangat berbahaya adalah karena ancamannya tidak terlihat,” jelas Kevin Kelley, Direktur Senior Program Kesiapsiagaan Komunitas di American Red Cross. “Kita seringkali tidak menyadari bahaya yang mengintai saat menjalani aktivitas harian.”

Mengapa Suhu Ekstrem Membahayakan Tubuh

Saat suhu tinggi, tubuh manusia kesulitan untuk mendinginkan diri secara efektif. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Menurut Dr. Daniel Smith, pakar keperawatan dari Emory University, panas bisa menyebabkan kebingungan dan memperlambat respon tubuh. Ketika sistem pendinginan alami tubuh—seperti berkeringat—tidak bekerja optimal, risiko heatstroke meningkat drastis.

Selain itu, dehidrasi akibat cuaca panas dapat memberi tekanan berlebihan pada jantung dan dalam jangka panjang memicu kerusakan ginjal.

Kelompok Rentan Terhadap Penyakit Akibat Panas

Meskipun semua orang berisiko, ada kelompok yang lebih rentan saat gelombang panas terjadi, di antaranya:

  • Lansia, karena sensitivitas terhadap rasa haus menurun.
  • Anak-anak, yang cenderung lebih cepat panas.
  • Ibu hamil, akibat perubahan sistem sirkulasi darah.
  • Penderita penyakit kronis atau disabilitas.
  • Pekerja lapangan dan atlet yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Obat-obatan tertentu juga dapat memperparah risiko, seperti:

  • Antihistamin dan dekongestan, yang menghambat proses berkeringat.
  • Beta-blocker, mengurangi aliran darah ke kulit.
  • Diuretik, yang menyebabkan tubuh kekurangan cairan.
  • Obat psikiatri dan penurun berat badan, yang memengaruhi respon tubuh terhadap stres dan rasa haus.

Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Panas Ekstrem

Dr. Kevin Lanza dari UTHealth Houston menyarankan masyarakat agar bersiap sebelum suhu ekstrem melanda:

  1. Periksa prakiraan cuaca dan aktifkan notifikasi peringatan panas di ponsel.
  2. Pastikan pasokan air cukup. Hindari minuman berkafein atau beralkohol yang mempercepat dehidrasi.
  3. Periksa AC dan kipas angin agar berfungsi optimal.
  4. Sediakan alat untuk mendinginkan obat-obatan dan isi daya peralatan penting.
  5. Kenali tempat umum yang sejuk, seperti perpustakaan atau pusat perbelanjaan.
  6. Bangun jejaring sosial, terutama bagi yang tinggal sendiri atau memiliki risiko tinggi.

“Orang yang memiliki jaringan sosial yang baik cenderung lebih terlindungi saat terjadi cuaca ekstrem,” tambah Lanza.

Tips Bertahan Saat Cuaca Panas Melanda

American Red Cross memberikan beberapa panduan praktis:

  • Minum air setiap jam, meski tidak merasa haus.
  • Cari ruangan ber-AC, atau mandi air dingin untuk mendinginkan tubuh.
  • Kenakan pakaian longgar dan berwarna terang.
  • Hindari aktivitas berat di siang hari, dan ambil jeda lebih sering jika bekerja di luar ruangan.
  • Periksa kondisi keluarga dan tetangga, serta pastikan hewan peliharaan memiliki air dan tempat teduh.

Waspadai Tanda Heat Exhaustion dan Heat Stroke

Menurut Dr. Smith, heat exhaustion merupakan tahap awal dari heat stroke yang bisa berujung pada kematian bila tidak ditangani.

Tanda heat exhaustion meliputi:

  • Tubuh berkeringat banyak
  • Kulit terasa lembab
  • Detak jantung lemah
  • Mual, pusing, dan kram otot

Cara mengatasinya:

  • Segera berhenti beraktivitas
  • Cari tempat sejuk dan minum air perlahan
  • Longgarkan pakaian dan kompres tubuh
  • Cari bantuan medis jika gejala tidak membaik

Tanda heatstroke: kulit kering atau basah, kebingungan, denyut jantung cepat, dan kemungkinan kehilangan kesadaran.

Langkah darurat:

  • Hubungi 112
  • Bawa ke tempat sejuk
  • Lepaskan pakaian berlebih
  • Dinginkan tubuh dengan air
  • Jangan beri minum jika korban tidak sadar

Cuaca Ekstrem Makin Sering Terjadi

Perubahan iklim telah memperluas wilayah terdampak cuaca ekstrem, termasuk daerah yang sebelumnya tidak terbiasa menghadapi suhu tinggi seperti wilayah Barat Laut Pasifik dan Alaska.

Negara bagian di wilayah Selatan dan Barat Daya AS kini mencatat suhu lebih tinggi dari biasanya. Florida menjadi wilayah dengan kasus penyakit akibat panas tertinggi, terutama karena banyaknya lansia dan pekerja luar ruangan.

“Panas ekstrem kini terjadi di tempat-tempat yang dulu tidak pernah mengalami suhu seperti ini,” ungkap Kelley.

Artikel ini telah tayang di everydayhealth.com.

 

Ayo wujudkan hunian idaman Anda di Bumi Sempaja City!

Hubungi tim marketing kami untuk informasi lebih lanjut.

Telepon: 0541 220556 / Whatsapp
Website: https://bumisempajacity.co.id/