BUMI SEMPAJA CITY – Menghabiskan waktu berendam bisa menjadi momen relaksasi sekaligus bentuk perawatan kulit saat mandi. Namun, tidak semua bahan aman untuk ditambahkan ke dalam air hangat. Beberapa memberikan manfaat kesehatan, sementara yang lain justru meningkatkan risiko iritasi.
Penggunaan bahan tambahan saat mandi semakin populer karena dianggap mampu meningkatkan kualitas relaksasi dan kesehatan kulit. Dilansir dari Everyday Health, sejumlah ahli dermatologi dan kesehatan memberikan penjelasan mengenai bahan-bahan yang aman maupun yang perlu dihindari selama melakukan perawatan kulit saat mandi.
Cleveland Clinic mencatat bahwa mandi air hangat dapat membantu tidur lebih nyenyak, meredakan ketegangan otot, dan menurunkan stres. Namun, tidak semua produk yang beraroma wangi atau menghasilkan busa aman bagi kulit sensitif. Johns Hopkins Medicine bahkan mengingatkan bahwa bahan tertentu dapat mengganggu pH area sensitif dan memicu iritasi.
Berikut daftar bahan terbaik dan terburuk untuk perawatan kulit saat mandi, lengkap dengan penjelasan para ahli.
Bahan Terbaik untuk Perawatan Kulit Saat Mandi
1. Epsom Salt
Epsom salt atau garam magnesium menjadi rekomendasi utama dari para ahli. Cleveland Clinic menyarankan penggunaan sekitar 1¼ cangkir untuk membantu meredakan pegal otot dan sendi.
“Berendam dengan garam Epsom secara alami membantu mengurangi peradangan akibat cedera maupun otot yang pegal,” kata Raphael Kellman, MD, dokter integratif di New York City.
Hindari penggunaan jika sedang mengalami peradangan kulit, infeksi, atau luka terbuka.
2. Lavender Oil
Lavender oil menjadi salah satu minyak esensial yang aman digunakan untuk perawatan kulit saat mandi, selama diencerkan dengan carrier oil seperti jojoba atau minyak kelapa.
“Minyak lavender membantu relaksasi, menenangkan otot, dan membantu mengurangi kecemasan,” ujar Kellman.
Beberapa penelitian juga menemukan manfaat antiradang dan potensi mempercepat penyembuhan luka.
3. Baking Soda
Baking soda efektif meredakan iritasi, terutama untuk penderita eksim. National Eczema Association merekomendasikan sekitar ¼ cangkir ke dalam bak mandi.
“Baking soda memiliki efek detoksifikasi dan membantu menyeimbangkan pH,” jelas Kseniya Kobets, MD, dermatolog di Montefiore Medical Center.
Cocok sebagai penyeimbang minyak maupun untuk mengurangi bau tubuh.
4. Olive Oil
Minyak zaitun dapat memberi kelembapan alami dan membantu menjaga lapisan pelindung kulit selama mandi.
“Air panas dan deterjen dapat menghilangkan minyak alami pada kulit… Menambahkan minyak zaitun ke dalam garam mandi dapat membantu mengurangi dehidrasi kulit,” kata Kobets.
Tambahkan sekitar 5 sendok makan hingga 1 cangkir, terutama jika kulit cenderung kering.
5. Oatmeal
Oat menjadi bahan tradisional untuk meredakan eksim, psoriasis, dan gatal-gatal. National Eczema Foundation mencatat bahwa oatmeal efektif menenangkan peradangan karena sifat antiinflamasinya.
Kobets menjelaskan, “Oat dikenal memiliki sifat menenangkan dan anti-inflamasi.”
Gunakan hingga 1½ cangkir oatmeal untuk mandi, atau gunakan produk colloidal oatmeal siap pakai.
Bahan Terburuk untuk Perawatan Kulit Saat Mandi
6. Bath Bombs
Meski terlihat menarik, bath bombs berisiko mengiritasi kulit dan mengganggu mikroflora area sensitif.
“Bath bomb umumnya mengandung bahan-bahan yang diragukan,” kata Kellman.
Bahan yang perlu diwaspadai:
- Pewangi sintetis
- Pewarna buatan
- Hidrogen peroksida
Carmen Castilla, MD, menambahkan bahwa glitter pada bath bomb dapat menempel di kulit dan memicu iritasi.
7. Tea Tree Oil
Tea tree oil terlalu kuat untuk digunakan langsung dalam air mandi.
“Setelah menuangkannya ke dalam air mandi, minyak esensial hanya akan berada di permukaan air… hal itu dapat menyebabkan iritasi,” jelas Castilla.
Riset sebelumnya menemukan risiko alergi kontak hingga 3,5% pada mereka yang diuji.
8. Bubble Bath
Produk bubble bath sering mengandung pewangi dan zat kimia yang mengiritasi.
“Hindari mandi busa yang mengandung banyak bahan kimia dan zat aditif buatan,” ujar Kellman.
American Academy of Dermatology menyarankan memilih produk yang benar-benar fragrance-free, bukan unscented.
Alternatif yang lebih aman:
- La Roche-Posay Lipikar Gentle Foaming Wash
- Vanicream Gentle Body Wash
- Maude Wash No. 0
- Honest Sensitive Fragrance-Free Bubble Bath
9. Coconut Oil
Meski sering dianggap serbaguna, coconut oil justru berpotensi menyumbat pori.
Kobets menjelaskan bahwa minyak kelapa bersifat highly comedogenic sehingga rentan memicu jerawat, terutama pada kulit sensitif ACNE-prone.
Sebuah studi pada International Journal of Contemporary Medical Research (2019) juga menyarankan menghindari penggunaan coconut oil pada kulit berjerawat.
Melakukan perawatan kulit saat mandi tidak harus rumit. Beberapa bahan alami seperti oatmeal, olive oil, dan baking soda dapat memberikan manfaat signifikan, sementara bahan tertentu seperti bath bombs dan tea tree oil sebaiknya dihindari.
Mengetahui apa yang masuk ke dalam bak mandi membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus membuat momen relaksasi lebih aman dan nyaman.
Ayo wujudkan hunian idaman Anda di Bumi Sempaja City!
Hubungi tim marketing kami untuk informasi lebih lanjut.
Telepon: 0541 220556 / Whatsapp
Website: https://bumisempajacity.co.id/








