
BUMI SEMPAJA CITY – Frailty, atau kondisi rapuh, diperkirakan dialami hingga 24% populasi lansia di seluruh dunia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi, penurunan kognitif, hingga demensia.
Dilansir dari medicalnewstoday.com, penelitian terbaru yang dipublikasikan di PLOS One menemukan bahwa berjalan kaki dengan kecepatan sedikit lebih cepat dari biasanya, yakni menambah sekitar 14 langkah per menit, terbukti mampu meningkatkan fungsi fisik pada lansia yang rentan frailty. Studi ini dipimpin oleh Dr. Daniel Rubin, profesor di Departemen Anestesiologi dan Perawatan Kritis di University of Chicago Medical Center.
Frailty dan Risiko Jatuh, Ancaman Nyata untuk Lansia
Menurut Dr. Rubin, “Falls and frailty are major threats to healthy aging. Falls are the leading cause of injury in older adults, with one in four experiencing a fall each year. Frailty increases vulnerability to stressors and is linked to hospitalizations, loss of independence, falls, and even death.” Penjelasan ini menegaskan pentingnya pencegahan dini melalui langkah sederhana seperti berjalan kaki dengan intensitas yang tepat.
Dalam riset ini, 102 orang lanjut usia berusia 60 tahun ke atas yang tinggal di panti jompo direkrut. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok jalan santai dan kelompok jalan cepat dengan intensitas lebih tinggi.
Jalan Kaki: Aktivitas Murah Meriah dengan Manfaat Besar
Dr. Rubin menekankan, “Walking is the most common form of exercise among older adults — it’s accessible, low-cost, and adaptable to many fitness levels. To get the most health benefits, walking should be done with enough intensity — and walking faster is one way to increase that intensity.”
Tujuan penelitian ini sederhana: membuktikan bahwa menaikkan kecepatan jalan, meski sedikit, dapat membawa dampak besar. Hasilnya? Lansia yang menambah kecepatan jalan sekitar 14 langkah per menit mengalami perbaikan fungsi fisik yang bermakna.
“This is a key finding because it shows that even modest increases in walking intensity can lead to meaningful improvements in physical function, even among frail or prefrail older adults,” jelas Rubin.
Aplikasi Smartphone untuk Mengukur Kecepatan Jalan
Selain riset ini, tim Rubin juga mengembangkan aplikasi Walk Test yang dapat mengukur kecepatan jalan dengan lebih akurat. Dalam studi kedua yang terbit di Digital Biomarkers, aplikasi ini diuji coba agar lansia bisa memantau intensitas jalan kaki mereka tanpa peralatan tambahan.
Rubin menambahkan, “We wanted to make it as low-barrier as possible so it’s easy for older adults to use without additional equipment. The people who need the most help are usually the least well-equipped to get started.” Saat ini, aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan lanjutan sebelum dirilis untuk publik.
Pakar Sepakat: Latihan Intensitas Tinggi Tepat untuk Lansia
Jonathan Bean, MD, profesor di Harvard Medical School, yang tidak terlibat dalam studi ini, juga angkat bicara. Menurutnya, “It is very informative for clinicians identifying the potential benefit of having individuals walk at a brisker pace as a means of optimizing walking.” Ia menambahkan bahwa frailty adalah tanda awal risiko kejadian medis serius pada lansia. Karena itu, intervensi sederhana seperti menambah kecepatan jalan bisa menjadi strategi praktis memperpanjang masa sehat.
Bert Mandelbaum, MD, ahli bedah ortopedi di Cedars-Sinai Orthopaedics, mendukung gagasan ini. “A little exercise is better than no exercise, more exercise is better than less exercise, and optimal exercise is better than more exercise,” ungkapnya. Ia juga menekankan, “Longevity starts now… whatever point you start, it’s going to impact longevity in a positive way.”
Lingkungan Hunian Mendukung Lansia Lebih Aktif
Langkah kecil seperti berjalan lebih cepat memang bisa dilakukan di mana saja. Namun, lingkungan yang mendukung aktivitas fisik sangatlah penting. Hunian dengan ruang terbuka hijau, jalur pedestrian, dan area olahraga akan membantu lansia tetap aktif tanpa khawatir risiko cedera.
Bumi Sempaja City di Samarinda menjadi contoh hunian sehat di Samarinda yang mendukung aktivitas fisik untuk segala usia. Kawasan perumahan ini dirancang sebagai perumahan ramah keluarga, dengan area hijau, jalan lingkungan yang aman, dan fasilitas olahraga terpadu. Gaya hidup sehat, termasuk berjalan kaki rutin, menjadi lebih mudah diterapkan di lingkungan yang nyaman dan mendukung.
Menjaga kesehatan di usia lanjut tidak harus rumit. Mulai dari kebiasaan berjalan kaki lebih cepat, tinggal di lingkungan sehat, hingga menerapkan pola makan seimbang — semuanya saling melengkapi.
Segera wujudkan gaya hidup aktif dan sehat bersama keluarga di Bumi Sempaja City. Hubungi kami sekarang untuk informasi promo dan jadwal kunjungan show unit!
Ayo wujudkan hunian idaman Anda di Bumi Sempaja City!
Hubungi tim marketing kami untuk informasi lebih lanjut.
Telepon: 0541 220556 / Whatsapp
Website: https://bumisempajacity.co.id/







