BUMI SEMPAJA CITY – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa konsumsi yogurt secara rutin—minimal dua porsi per minggu—berkaitan dengan penurunan risiko kanker usus besar jenis tertentu hingga 20 persen. Penurunan ini khususnya terjadi pada kanker kolorektal proksimal, yaitu kanker yang berkembang di sisi kanan usus besar, dan dikaitkan dengan keberadaan bakteri Bifidobacterium, salah satu jenis bakteri baik dalam sistem pencernaan.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Gut Microbes dan berdasarkan data dari dua studi besar yang telah berlangsung selama puluhan tahun, yakni Nurses’ Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-up Study (HPFS). Kedua studi tersebut telah melacak pola makan dan kesehatan lebih dari 150.000 partisipan sejak tahun 1970-an dan 1980-an.
Menurut penulis studi, Shuji Ogino, MD, PhD, dari Harvard T.H. Chan School of Public Health,
“Jenis positif terhadap Bifidobacterium cukup umum, mencakup sekitar sepertiga dari kanker kolorektal.”
Dalam penelitian ini, para ilmuwan menganalisis data dari lebih dari 132.000 orang, mengevaluasi berbagai aspek kebiasaan makan termasuk asupan serat, alkohol, gula, kalori total, serta seberapa sering peserta mengonsumsi yogurt (tanpa membedakan kadar lemak atau pemanis).
Bifidobacterium
Hasilnya menunjukkan bahwa 31 persen kasus kanker kolorektal yang ditemukan tergolong Bifidobacterium-positif, sementara sisanya Bifidobacterium-negatif. Penurunan risiko 20 persen terhadap kanker Bifidobacterium-positif ditemukan pada kelompok yang rutin mengonsumsi minimal dua porsi yogurt setiap minggunya.
Meskipun demikian, penelitian ini tidak menemukan penurunan risiko kanker kolorektal secara keseluruhan akibat konsumsi yogurt. Temuan ini lebih mengarah pada jenis kanker tertentu yang memiliki hubungan dengan mikrobioma usus.
Dr. Peyton Berookim dari Cedars-Sinai Medical Center, yang tidak terlibat dalam studi ini, menyatakan kepada Health:
“Yogurt merupakan sumber probiotik yang dapat secara langsung memengaruhi mikrobioma usus.”
Ia menambahkan bahwa asupan yogurt secara rutin dapat mendukung populasi bakteri baik di usus, termasuk Bifidobacterium, yang dikenal membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Namun demikian, para peneliti menekankan bahwa studi ini belum cukup untuk membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
“Pertama-tama, sulit untuk mengatakan apakah penelitian tersebut mengidentifikasi sebab akibat atau sekadar hubungan,”
kata Satoko Ugai, PhD, peneliti pascadoktoral di Harvard T.H. Chan School of Public Health.
Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah penggunaan data dari pelaporan diri peserta mengenai kebiasaan makan, yang berisiko menimbulkan ketidakakuratan atau bias dalam pencatatan konsumsi makanan sehari-hari.
Meski demikian, studi ini memberikan indikasi penting bahwa pola makan, khususnya asupan probiotik seperti yogurt, dapat memainkan peran dalam mengurangi risiko kanker usus besar, terutama pada tipe tertentu yang berkaitan erat dengan keseimbangan mikrobioma usus.
Ayo wujudkan hunian idaman Anda di Bumi Sempaja City!
Hubungi tim marketing kami untuk informasi lebih lanjut.
Telepon: 0541 220556 / Whatsapp
Website: https://bumisempajacity.co.id/








