Air Alkali dan Elektrolit: Perlukah Ganti Air Keran Demi Hidrasi Maksimal Saat Musim Panas 2025?

air alkali, air elektrolit, hidrasi, air keran, hunian sehat di Samarinda
Meskipun air alkali atau air elektrolit sedang populer, air keran biasa juga dapat membantu Anda tetap terhidrasi. Ekaterina Goncharova/Getty Images (healthline.com)

BUMI SEMPAJA CITY – air alkali, air elektrolit, hidrasi, air keran, hunian sehat di Samarinda — lima kata kunci ini semakin sering muncul di media sosial seiring tren “air fungsional” yang menjanjikan kesehatan optimal. Saat suhu udara memanas, berbagai jenis air minum berlabel alkali atau mengandung elektrolit mendadak jadi buruan, apalagi dikemas dengan janji pH seimbang dan hidrasi lebih cerdas.

Dilansir dari healthline.com, di balik kemasan elegan dan harga premium, benarkah air alkali atau air elektrolit benar-benar lebih bermanfaat dibanding air keran biasa? Para ahli justru menekankan, hidrasi terbaik tidak harus mahal.

Kenapa Hidrasi Itu Penting, Terutama Saat Musim Panas?

Blen Tesfu, MD, ahli gizi dan dokter di Welzo, menjelaskan bahwa hidrasi sangat vital, terutama di musim panas yang membuat cairan tubuh cepat hilang. Dehidrasi dapat memicu rasa lelah, bingung, bahkan menurunkan energi.

“Staying hydrated is important because it allows the body to properly regulate temperature, promote energy through optimal digestion and absorption, and indirectly support organ function,” ujar Tesfu.

Beliau menambahkan, orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan perlu lebih waspada. Hal ini diamini Sotiria Everett, EdD, pakar nutrisi di Stony Brook Medicine. Ia menegaskan, “Adequate hydration can help reduce the incidence of heat-related illnesses and is particularly important for athletes and outdoor laborers.”

Air Alkali dan Elektrolit: Tren atau Manfaat Nyata?

Air alkali diklaim punya pH lebih tinggi dari air keran, yaitu 6,5–8,5. Menurut Tesfu, gagasannya adalah air alkali dapat menetralkan kelebihan asam di tubuh, meski belum ada riset kuat yang mendukung klaim ini.

Bagaimana dengan air elektrolit? Air jenis ini mengandung mineral penting yang hilang saat kita berkeringat. Tesfu menjelaskan, “Electrolyte-infused waters can do some good if your body has just suffered a massive loss of electrolytes through sweat or heavy physical activity.”

Dengan kata lain, air elektrolit memang berguna, tetapi hanya bagi mereka yang kehilangan banyak cairan melalui keringat atau olahraga berat.

Air Keran Masih Jadi Pilihan Terbaik

Fakta menariknya, bagi kebanyakan orang, air keran tetap mencukupi kebutuhan hidrasi. “It’s cheap, readily available, and typically contains the minerals that your body needs to stay hydrated,” kata Tesfu.

Everett juga sependapat, menekankan bahwa asupan mineral sebaiknya dilengkapi dari makanan bergizi seperti pisang, ubi jalar, buah sitrus untuk kalium; keju dan garam dapur (secukupnya) untuk natrium; susu dan yogurt untuk kalsium; serta kacang-kacangan untuk magnesium.

Jika Anda aktif bergerak di luar, Everett menyarankan trik sederhana: tambahkan sedikit garam dan perasan jeruk nipis ke air minum. Cara ini meniru efek air elektrolit tanpa perlu beli produk mahal.

Kapan Tubuh Membutuhkan Elektrolit Tambahan?

Hidrasi makin penting saat cuaca panas, aktivitas fisik meningkat, atau saat Anda bekerja di bawah terik matahari. Gejala kekurangan cairan seperti detak jantung meningkat, kram otot, dan pusing wajib diwaspadai.

“Untuk orang yang aktif di musim panas, sejumput garam dan sedikit jeruk bisa membantu air putih meniru manfaat minuman elektrolit,” ujar Everett.

Namun, kebutuhan pengganti elektrolit sebaiknya disesuaikan kondisi pribadi, obat yang dikonsumsi, hingga lingkungan tempat tinggal. Jika ragu, konsultasi dengan ahli gizi atau dokter lebih disarankan.

Berapa Banyak Air yang Harus Diminum?

Pedoman klasik “8 gelas sehari” ternyata tidak selalu akurat. Menurut U.S. National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine (NASEM), kebutuhan air tiap orang berbeda-beda.

NASEM menyarankan perempuan minum 2,7 liter per hari, sedangkan laki-laki sekitar 3,7 liter, termasuk cairan dari makanan. Jika aktif atau tinggal di daerah panas, kebutuhan bisa meningkat.

Tesfu menambahkan, warna urin bisa jadi indikator sederhana. Urin berwarna bening atau kuning pucat menandakan hidrasi cukup, sementara urin kuning gelap berarti Anda butuh minum lebih banyak.

Tidak Suka Air Putih? Ini Solusinya

Bagi yang kurang suka rasa hambar air putih, Everett punya tips. “Adding lemon slices, fruits (e.g., berries, pineapple), herbs (e.g, mint, basil) or cucumbers can enhance flavor and promote drinking,” katanya.

Cold brew iced tea juga bisa menjadi alternatif, sekaligus menambah asupan antioksidan. Sumber cairan lain seperti buah dan sayur — semangka, seledri, stroberi, jeruk, hingga selada — juga membantu memenuhi asupan cairan.

Intinya, tidak perlu terjebak tren minuman mahal. Cukup dengarkan sinyal haus tubuh, imbangi dengan pola makan sehat, dan pastikan selalu ada air minum di dekat Anda.

Lingkungan Hunian yang Mendukung Gaya Hidup Sehat

Hidrasi optimal juga berkaitan erat dengan lingkungan tempat tinggal. Hunian dengan akses air bersih, taman hijau, dan fasilitas olahraga akan memudahkan penghuni menerapkan gaya hidup sehat.

Bumi Sempaja City hadir sebagai hunian sehat di Samarinda dan perumahan ramah keluarga dengan sistem air bersih, taman asri, jalur pedestrian nyaman, serta area rekreasi terbuka. Semua ini mendukung kebiasaan baik seperti rutin minum air putih, berolahraga, dan menjaga tubuh tetap bugar meski cuaca panas.

Ingin hidup lebih sehat bersama keluarga di lingkungan hijau dan aman?
Hubungi tim Bumi Sempaja City sekarang juga untuk informasi promo dan jadwal kunjungan show unit!

 

Ayo wujudkan hunian idaman Anda di Bumi Sempaja City!

Hubungi tim marketing kami untuk informasi lebih lanjut.

Telepon: 0541 220556 / Whatsapp
Website: https://bumisempajacity.co.id/