Home Kesehatan Diabetes Saat Hamil Picu Risiko Autisme hingga 39% Lebih Tinggi pada Anak

Diabetes Saat Hamil Picu Risiko Autisme hingga 39% Lebih Tinggi pada Anak

BUMI SEMPAJA CITY – Sebuah studi besar-besaran mengungkap bahwa diabetes saat hamil dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan neurologis pada anak, termasuk risiko autisme, gangguan komunikasi, dan gangguan belajar. Analisis ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari 202 penelitian sebelumnya yang mencakup lebih dari 56 juta ibu dan anak dari berbagai wilayah dunia.

Peneliti menemukan bahwa anak-anak dari ibu dengan diabetes selama masa kehamilan memiliki risiko 28 persen lebih tinggi mengalami gangguan perkembangan saraf, termasuk autisme. Selain itu, studi ini juga mencatat bahwa mereka memiliki peluang 20 persen lebih besar mengalami gangguan komunikasi dan 16 persen lebih tinggi terkena kesulitan belajar, dibandingkan anak-anak dari ibu tanpa riwayat diabetes selama hamil.

Yang menarik, risiko paling besar justru muncul pada kondisi ketika diabetes sudah ada sebelum masa kehamilan dimulai. Dalam kasus ini, kemungkinan anak mengalami satu atau lebih gangguan perkembangan saraf meningkat hingga 39 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kasus diabetes gestasional—jenis diabetes yang hanya muncul saat hamil dan sering kali sembuh setelah persalinan.

Diabetes Saat Hamil

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology dan dinilai sebagai salah satu kajian paling komprehensif terkait efek diabetes pada perkembangan neurologis anak. Temuan ini memperkuat bukti bahwa pengaruh kesehatan ibu selama kehamilan berdampak besar terhadap perkembangan otak anak.

“Hubungan diabetes ibu dengan autisme pada keturunannya sudah diketahui dengan baik,”
ungkap dr Magdalena Janecka dari NYU Grossman School of Medicine, yang meneliti hubungan antara paparan prenatal dan perkembangan anak, meski tidak terlibat langsung dalam riset terbaru ini.

Rilis hasil penelitian ini juga bertepatan dengan perdebatan publik seputar penyebab autisme, yang sempat mencuat kembali setelah sejumlah pejabat pemerintahan Trump menyerukan penyelidikan lanjutan mengenai hubungan vaksin dan autisme. Namun, klaim tersebut telah berkali-kali dibantah oleh bukti ilmiah, dan konsensus dunia medis menyatakan bahwa vaksin tidak menyebabkan autisme.

 

Ayo wujudkan hunian idaman Anda di Bumi Sempaja City!

Hubungi tim marketing kami untuk informasi lebih lanjut.

Telepon: 0541 220556 / Whatsapp
Website: https://bumisempajacity.co.id/

Yuk Ngobrol
Exit mobile version