Blog

Ini Alasannya Agar Generasi Milenial Yang Punya Kerja Segera Membeli Rumah

Belakangan ini kalangan milenial sering disodori informasi bahwa mereka tidak akan mampu membeli rumah. Alasannya harga rumah saat ini tidak lagi sebanding dengan pendapatan mereka, ditambah gaya hidupnya yang boros membuat milenial akan kesulitan mencicil rumah.

Hal ini diperkuat dengan hasil survey Rumah123 yang menyebutkan bahwa hanya 5 persen kalangan milenial yang sanggup membeli rumah. Namun, banyak juga yang membantah pernyataan tersebut. Karena itu generasi milenial dianjurkan untuk segera membeli rumah dengan lima alasan di berikut ini.

Usia produktif

Generasi milenial tergolong sebagai kaum produktif terutama yang mereka lahir antara tahun 1982 – 1995. Artinya, kelompok usia ini masih bisa mendapatkan banyak sumber pemasukan dan dengan semangat kerja yang masih menggebu-gebu.

Dengan demikian, kalangan milenial bisa membuktikan bahwa mereka bisa memiliki pendapatan lebih dari satu sumber. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang usianya jauh lebih tua yang dinilai sudah tidak produktif lagi.

Harga rumah terus naik

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Mungkin pertanyaan ini cocok ditujukan kepada generasi milenial yang masih sering menunda untuk memiliki rumah. Mereka sudah seharusnya sadar bahwa harga properti setiap tahunnya naik drastis.

Jadi, jika tidak memaksakan membeli rumah dari sekarang, khawatir di masa yang akan datang harga rumah malah jauh lebih mahal.

Sebagai contoh, harga rumah ukuran 70/36 di tahun 2017 dihargai Rp350 juta. Bisa jadi 2-3 tahun kemudian harga rumah tersebut sudah naik jadi Rp500 juta hingga Rp600 juta.

Oleh karena itu, harus membeli rumah dari sekarang, paling tidak seiring nilai uang yang akan terus menurun akan memberikan keringanan cicilan kepada kamu.

Lahan makin terbatas

Cari rumah di lokasi strategis saat ini makin sulit. Kalau mau, kamu harus cari lokasi-lokasi di pelosok yang aksesnya cukup sulit ditempuh kendaraan. Semakin terbatasnya lahan, maka akan semakin mempersulit kamu mendapatkan rumah.

Mumpung belum lahannya benar-benar kehabisan, mending dari sekarang kamu mulai survey ke lokasi-lokasi perumahan mana yang strategis dan nyaman untuk hunian seperti Perumahan Bumi Sempaja City Samarinda. Jangan tunggu besok atau nanti, sebelum lahan atau lokasi strategis untuk rumahmu keburu diambil orang.

Tenor fleksibel

Jika kamu termasuk generasi milenial, berarti usiamu saat ini antara 24 tahun hingga 37 tahun, dan tenor cicilan yang biasa diberikan oleh perbankan maksimal mencapai 25 tahun.

Nah, mumpung kamu masih berusia tergolong muda, kamu bisa memilih tenor cicilan mulai dari 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun hingga 25 tahun. Sesuaikan besaran cicilan rumahmu dengan tenor yang sekiranya sesuai kemampuanmu bayar cicilan.

Dan yang harus diperhatikan adalah, jika kamu ingin membeli rumah, ubahlah gaya hidup dari yang sebelumnya boros menjadi lebih produktif. Kamu bisa mulai berinvestasi atau menabung misalnya. Dengan begitu kamu bisa atur cara pengelolaan keuangan menjadi lebih terencana.

Jika pengelolaan keuanganmu tidak ada masalah, niscaya tekad untuk memiliki rumah bisa dengan mudah didapat. Nah, jika kamu butuh panduan finansial untuk KPR, kamu bisa menghubungi marketing developer sekarang juga.

Dukungan dari pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan program yang bisa menjangkau milenial sanggup membeli rumah. Program tersebut tetap menggunakan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Nantinya, kalangan milenial yang berencana membeli rumah akan dapat subsidi dari pemerintah. Program ini sebelumnya sudah berjalan, namun bagi generasi milenial, pemerintah akan menyiapkan skema khusus.

Beberapa contoh kemudahan bagi milenial agar bisa membeli rumah antara lain pemberian bunga rendah, tidak ada batasan uang muka, bebas memilih tipe rumah hingga uang muka dengan besaran yang relatif rendah.

Jadi, jika banyak kemudahan yang akan diberikan, tak ada lagi alasanmu sebagai milenial untuk memiliki rumah.

Mengelola Keuangan

Untuk Gen Z yang baru memulai hidup mandiri, pemahaman keuangan sejak awal menjadi sangat penting. Saat karir dan pendapatan meningkat, fundamental yang kuat akan membantu kamu mengelola relasi yang sehat dengan uang.

Salah satunya dengan mempraktekkan prinsip keuangan 10-20-30-40: 10 persen dana darurat, 20 persen tabungan dan investasi, 30 persen hutang produktif, 40 persen kebutuhan hidup.

Lihat proporsinya bahwa mulai dengan dana darurat dan tabungan, bukan sebaliknya. Ini penting agar sudah teralokasikan di awal dan bukan dari sisa gaji.

Apalagi kalau menabung dari sisa gaji biasanya jarang terwujud karena sering tak ada sisanya. Bumi Sempaja City Samarinda mengajak generasi muda agar mulai membeli rumah sebagai bentuk investasi masa depan.

Rumah akan menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat saat kamu sudah berusia 40 tahunan. Rumah dan pengetahuan untuk membeli properti yang tepat adalah harta yang paling berharga, selain keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami